Askar1929

Monday, October 30, 2006


Ceceran Darah Sang Mujahid


Ketika terik mencekat
Padang jihad menghampar
luas membentang
Memanggil sang mujahid
Gema takbir mengangkasa
Kalimat laailaha illallah menggelegar
menikam dada zionis
Bendera alliwa engkau kibarkan
Arroya engkau genggam
Engkau yang mewarisi....
Keberanian sang singa gurun Hamzah
Panglima nan gagah Mushab bin umair,
Khalid bin walid,
Shalahuddin al-Ayyubi,
Tarikh bin Ziyad,
Engkau yang dititisi darah syuhada
Zaid bin Haritsah
Setiap jengkal tanah al-Quds dan Lebanon engkau jaga
“Itu milik kami juga saudaraku”
ucap kami
Tapi dengan senyum sang malaikat berkata
Beda?...ya..
Ketika engkau
bermandikan keringat
gumpalan debu nan berterbangan
Sangitnya bau mesiu
dan anyirnya darah
Sedang kami
hanya berkoar-koar anggap dikau saudara setubuh
padahal senyata kami mendukung sang agresor
katanya bersekutu untuk membantumu
tapi itupun hanya manis di bibir nan culas
bagaimana mungkin mengemis kasih ke musuh
merendah tergelepar memohon
itu bukan Persatuan Bangsa Bangsa pren...
tapi Persatuan Bangsat-Bangsat (walau ana nggak tega nulisnya)
itu juga bukan United Nation
tapi United Nashara
sesungging senyum mereka terucap
“hancurlah kau wahai kaum muslim”
Ketika Iblis bermuka manusia
Dengan wajah garang bak anjing menggeram
Melemparmu dengan cluster-cluster kembang api
bak hujan gerimis berlabel zionis keparat
Menggenangimu dengan roket berlabel ‘Holocaust’
Disaat kami terpekur ketakutan
Engkau yang mewarisi darah Shalahuddin Al-Ayyubi...
Bangkit....
tangan kanan memegang alliwa
Pun ketika tangan mungil itu terputus oleh mortir
Kau pakai tangan kiri
Ketika tangan kiripun melepuh
Kau gunakan gigimu untuk mengibarkannya
Hingga gema takbir,talbiyah dari kalbumu
Menggetarkan penghuni langit
Kala mortir terakhir menghujam tubuhmu
Kala nafaspun berhenti berdetak
Engkaupun masih tersenyum
Saudaraku..
Hanya balasan surga yang pantas untukmu
Kami akan selalu meneruskan perjuanganmu
Bidadari langit nan mewangi
Menyambut dengan ‘cinta’


Jogja 5 Agustus 2006 (06.03 wib)

Untuk saudaraku di Falestine dan Lebanon.
Bagi pecinta ikatan nasionalisme...
cepatlah sadar...
itu tak akan bisa membantu saudara-mu
Di bumi al-Quds dan Lebanon.
Marilah bersegera menyatukan langkah
Dalam naungan Daulah Islamiyah
-Diantara titikan airmata cinta
kami untuk mengiringi sang syuhada-

1 Comments:

Blogger yuli akbar said...

puisinya sangat bagus dan juga mengharukan

Jelita

11:13 PM  

Post a Comment

<< Home