Askar1929

Sunday, October 29, 2006

Bisikan Cinta Untuk UmmiQoe

Walau bibir lembutmu tak berucap
“Aku Sayang kamu nak..”
Curahan cinta dan sayang nan tiada berbatas
Dekapan lembutmu membuai
Cukuplah sebagai penanda

Dikala ku kecil..
Ketika shubuh menjelang..
Ketika kaki ini begitu mengejang-ngejang
Memberontak untuk melabuhkan diri ke ‘rumah surga’ itu...
Engkau tenteng aku di punggungmu yang harum semerbak mewangi
Engkau ajarkan aku hangatnya mencinta Sang Pencinta

Kenapa itu tak membangunkanku..
Saat berada di sampingmu dulu...
Kenapa aku menafikan kelembutan, rona cintamu..
Kenapa ketika aku jauh di rantau
Rasa itu muncul
Dan betapa ‘sangat’ berartinya engkau bagiku...
Kenapa.?
Berjuta tanya menyergap yang tak pernah kutemu jawab

Aku tahu....
Walau timbunan gunung emas di seluruh dunia dihamparkan...
Untuk membalas cinta dan lembut belaianmu
Untuk anakmu ini....
Ahh..Itupun tiada mampu membayar semua pengorbananmu
Kala engkau ...

Mengandungku
Engkau dengan rona bangga mengabarkan akan makna hadirku kelak
Engkau dengan shabar mengelusku ketika didalam aku meronta
Engkau perkenalkan aku dengan ayat-ayat CintaNya
Walau hanya beberapa penggal surat
Namun itu.. cukuplah melelapkan aku di alam rahim
Menjadi pelita di alam nan gelap

Melahirkanku
Andai aku tahu....
Betapa sakitnya dikau ummi
Saat-saat mendebarkan itu
Ketika aku akan menghirup nafas kehidupan
Aku tak tega...sungguh
Kurasakan erangan
Tetesan keringat cintamu mengucur deras
Tarikan nafas yang menyenggal
Gapaian tangan yang mengejang
Aku sungguh tak tega untuk keluar
Tapi...lafadz-lafadz tahmid,tasbih dan takbir dari bibirmu
Memaksaku ‘keluar’
Ku ingin belajar melafalkannya melalui bibirmu

Menyusuiku
Ku takkan lupa air murni yang engkau tuang
Kedalam cawan mulutku nan mungil
Dari saripati sumur cintamu
Menetes buliran-buliran air susu cinta
Menghapus segala dahaga yang mendera

Membesarkanku
Kala kaki ini mulai merangkak
Kau ajarkan aku berlari
Kau ajarkan aku melafalkan huruf-huruf cintaNya
Kau ajarkan bersungkur tuk bersujud kepadaNya
Kau belai aku ketika sedih menyayat
Pun ketika dirantau...
Lantunan do’a mu selalu menguatkanku
Untuk selalu di jalanNya

Ummi ku.....
Sembah baktiku dengan sejumput untaian do’a
Serta ayat-ayat CintaNya kulantunkan
Melewati senyapnya malam..
Melewati lorong waktu...
Menghempas jarak yang membentang...
Ketengadahkan tanganku memohon kepadaNya untukmu...
Agar....
“Rahman dan RahimNya menaungimu selalu
berkah rizki langit dan bumi bak tercurah kepadamu
Allah mengampunkan segala dosamu
Menguatkan resap cintamu padaNya
aku bisa menjadi ‘washilah’ penolongmu di Yaumil Akhir
aku bisa berkumpul denganmu di JannahNya kelak”


Mi.. Love u 4 Eva

Kupersembahkan untuk ;

Ummi ku tersayang di kampung &
Para calon ummi semua ehmm...ehmm

Kota Gudeg, 31 Juli 2006 (18.30 wib)
-Saat galau dan rindu menyerbu untuk ummi ku-



0 Comments:

Post a Comment

<< Home