Askar1929

Monday, October 30, 2006


Ceceran Darah Sang Mujahid


Ketika terik mencekat
Padang jihad menghampar
luas membentang
Memanggil sang mujahid
Gema takbir mengangkasa
Kalimat laailaha illallah menggelegar
menikam dada zionis
Bendera alliwa engkau kibarkan
Arroya engkau genggam
Engkau yang mewarisi....
Keberanian sang singa gurun Hamzah
Panglima nan gagah Mushab bin umair,
Khalid bin walid,
Shalahuddin al-Ayyubi,
Tarikh bin Ziyad,
Engkau yang dititisi darah syuhada
Zaid bin Haritsah
Setiap jengkal tanah al-Quds dan Lebanon engkau jaga
“Itu milik kami juga saudaraku”
ucap kami
Tapi dengan senyum sang malaikat berkata
Beda?...ya..
Ketika engkau
bermandikan keringat
gumpalan debu nan berterbangan
Sangitnya bau mesiu
dan anyirnya darah
Sedang kami
hanya berkoar-koar anggap dikau saudara setubuh
padahal senyata kami mendukung sang agresor
katanya bersekutu untuk membantumu
tapi itupun hanya manis di bibir nan culas
bagaimana mungkin mengemis kasih ke musuh
merendah tergelepar memohon
itu bukan Persatuan Bangsa Bangsa pren...
tapi Persatuan Bangsat-Bangsat (walau ana nggak tega nulisnya)
itu juga bukan United Nation
tapi United Nashara
sesungging senyum mereka terucap
“hancurlah kau wahai kaum muslim”
Ketika Iblis bermuka manusia
Dengan wajah garang bak anjing menggeram
Melemparmu dengan cluster-cluster kembang api
bak hujan gerimis berlabel zionis keparat
Menggenangimu dengan roket berlabel ‘Holocaust’
Disaat kami terpekur ketakutan
Engkau yang mewarisi darah Shalahuddin Al-Ayyubi...
Bangkit....
tangan kanan memegang alliwa
Pun ketika tangan mungil itu terputus oleh mortir
Kau pakai tangan kiri
Ketika tangan kiripun melepuh
Kau gunakan gigimu untuk mengibarkannya
Hingga gema takbir,talbiyah dari kalbumu
Menggetarkan penghuni langit
Kala mortir terakhir menghujam tubuhmu
Kala nafaspun berhenti berdetak
Engkaupun masih tersenyum
Saudaraku..
Hanya balasan surga yang pantas untukmu
Kami akan selalu meneruskan perjuanganmu
Bidadari langit nan mewangi
Menyambut dengan ‘cinta’


Jogja 5 Agustus 2006 (06.03 wib)

Untuk saudaraku di Falestine dan Lebanon.
Bagi pecinta ikatan nasionalisme...
cepatlah sadar...
itu tak akan bisa membantu saudara-mu
Di bumi al-Quds dan Lebanon.
Marilah bersegera menyatukan langkah
Dalam naungan Daulah Islamiyah
-Diantara titikan airmata cinta
kami untuk mengiringi sang syuhada-


Duhai Indahnya Jilbabmu


Kedamaian nan memancar
sorot mata keanggunan
Bumipun menyungging senyum memandangmu
membuat diri ini terjaga


kebersihan hati...
ketinggian tsaqofahpesona akhlak
Engkau balut dengan ‘Jubah Langit’


Bidadari...ijinkan aku menunduk
Atas karuniaNya untuk parasmu
Kuingin memperbaiki diri
Tuk mendapatkan ‘Taman Cintamu’
Nantikan aku di batas waktu


Kota Gudeg, 14 Agustus 2006
Ketika kuliat semarak ‘Jilbaber Langit’ menaungi Jogja
Juga di hamparan bumiMu nan lain
Semoga suar Islam terpancar kembali dari jilbabmu


‘Ibrah’ Sebuah Perjalanan


kulihat hamparan bukit
nan mengitari gagahnya sang Jabal
kulihat percikan air nan mengalir
meliuk-liuk..
diantara bebatuan telaga
sawah berlereng menurun
nan memancarkan eloknya swargaloka

rimbunan tumbuhan berbaris
memanjang
ilalang nan meyesaki hamparan humus
kelokan ular jalan setapak
memancarkan pesona
deretan bangunan mungil
nan menawan hatiku

tapi...
kutahu itu semu
kan binasa
fana...
aku harus kembali!...

Semarang, 25 Agustus 2006 (22.16 pm)
Kemana para ‘Jilbaber Langit’ Semarang?


Jews


“Di izinkan berperang
bagi orang-orang yang diperangi,
karena sesungguhnya mereka telah dianiaya ...
yaitu orang-orang yang telah diusir
dari kampung halamannya
tanpa alasan yang benar.”
(Al Hajj 39)


mereka bertanya kepadamu
tentang berperang pada bulan Haram.
Katakanlah,
“berperang di dalam bulan haram itu adalah dosa besar,
tetapi menghalangi manusia dari jalan Allah,
kafir kepada Allah, (menghalangi masuk)
Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya,
lebih besar(dosanya) disisi Allah.
Dan berbuat fitnah adalah lebih besar
(dosanya) dari pada membunuh.
Mereka tidak akan henti-hentinya memerangi kamu
sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu
dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup...”
(Al Baqarah 217)
apa yg di katakan Bani Israel kepada Musa “Pergilah engkau dan Tuhanmu, dan berperanglah sendiri, dan kami hanya akan duduk di sini.”
(Al Maaidah 24)


Sahabat ...
Penasaran nggak dengan namanya Jews atawa Yahudi
Kenapa mereka kok kayak gitu yach!
Kok mereka egois ya
Pokoke’ macem-macem lah
Walaupun kamu udah tau entah dari buku atawa koran
Selain emang telah diabadikan di surat Al-Baqarah
Tapi belon pernah ketemu langsung kan!


Nih pengalaman apu’ gimana bersua dengan manusia unik itu
Ini pengalaman apu’ sebelum ‘ngaji’ loh
Tahun 2002 lah
Sewaktu apu’ masih jadi waiter di Hotel bintang 5 di jogja
Kala apu’ masuk shift pagi (breakfast time)
Nah ada pasangan yg duduk di bagian in charge apu’
Dari cirinya apu’ udah nebak dia yahudi...
Karena dalam dunia ‘service’ yahudi lah paling rewel
Ketika apu’ datangin, mereka menebar senyum
Nah ketika yg pria minta 1 ‘omelete’
Apu’ bawain 1 omellete
Tapi dengan senyum mengejek dia pesen untuk isterinya
Walau dongkol ku ambil 1 omelete lagi di kitchen
Dengan senyum kepaksa aku antar orderan itu ke isterinya


Alamak..!belum puas jugak mereka ngerjain apu’
Sang pria pesen 1 yoghurt dengan sunggingan ngejek
Kepaksa deh ambil ke kitchen lagi
Dalam pantry kurutuk Jah**am
Pan**k
Ki**ak kau yahudi...
Maklum apu’ kan belum ngaji dulu
Jadi sholawat rutuk malay itupun mulus keluar lepas
Kadang kusesali jugak,
kenapa bibir ini begitu rusak dulu
Kusiapkan satu senyum lagi tuk ngantar pesanannya pria itu
Alamak... masik pulak dia pesan 1 yoghurt untuk isterinya
Bayangkan untuk dua orang aja apu’ harus bolak-balik 8 kali
Dalam 1 meja sebanyak apapun pesenannya
Harus cuma sekali jalan...Itu hukum layanan (service)
Keshabaranku udah habis...
Andai dia bukan tamuku
Ingin rasanya kutusuk pake pisau
Biar mampusss....
Jadi polah Israel di Palestina..?
Antum jangan bingung lagi ya!
Yahudi itu paling suka orang lain menderita
Sampai yg dia incer itu terengah-2 kalahpun
Dia nggak akan sudi untuk berhiba ria
Walau kita menderita
Jadi jangan berharap Yahudi patuh ama Resolusi PBB
Lha Wong yg bikin resolusi itu jugak Yahudi
Hanya satu cara solusi tuk bumi al-Quds&Lebanon
Melenyapkan Israel & kroninya dari muka bumi


Lewat Daulah Khilafah Rasyidah

Kota Gudeg, 20 Agustus 2006 (22.00 pm)
Kala kuingat wajah bengis Yahudi


Kebijakan nan ‘Aneh’


Kau buat kebijakan nan aneh
“impor beras”
aneh ya!
Kami yang bodoh ttg teori ekonomi
Jika Indonesia kekurangan beras?
Pasti gabah petani di harga mahal
Dus, jika gabah mahal...
Petani akan makmur
Petani akan kaya
Petani gak akan ngeluh
In fact....
Kami miskin
Kami melarat
Kesejahteraan bak mimpi
Walau beras di tanak jadi nasi


Apakah adil
Kami menanam...
Tapi pejabat nan memetik gabah itu
Entah lewat ‘Bulog”
Atawa ‘impor beras itu’
Mungkin antum protes...
Ah emang loe tahu secara fakta gak?
Jangan asal dong!
Itu bathinmu nan berujar


Demi Allah...
Paman dan keluargaku adalah juga petani
So..apakah dikau meragukan keterangan ini?
Wallahu a’lam deh...
Duh...tikus-tikus berjas & dasi
Benar2 haus darah
‘Rakus’ akan fulus


Kota Gudeg, 3 September (6.23 am)
Kala kegeramanku pada kebijakan ‘impor beras’ penguasa


Liberalisme di UIN
Afwan sebelumnya tuk syabab/Nisa’
Nan dari Almamater UIN
Woww..hanya itu nan terucap
Kala kutahu mafahim-mu
Walau tak sepatah kata
Kau ujar “aku sekuler”
Namun...mafahim sekulerisme
T’lah merasuk ke labirinmu
Mengalir menyusup ke pori2mu
Bergentayangan dalam neocortexmu
Berdentang-dentang di jantungmu
Dalam bedah buku
“struktur daulah islamiyah”
nampak nyata dalam mafahim
nan diajukan olehmu
tak salah kalo mafahim itu nan di agungkan
kata Adian Husaini
kerana kuliah Ushuluddin di UIN
mahasiswanya jadi ‘Uculuddin’*
why...
kurikulum wajib mereka
memakai buku panduan
karangan Harun Nasution
tokoh sekuler di masanya
jadi kalo ada syabab/nisa’
dari UIN anda ‘beruntung’
dan terpilah kata Ustadz Abu Harits Al-Amin M.Ag*
karena nggak ikut mainstream UIN
nan sekuler
Kota Gudeg, 3 Agustus 2006 (12.34 pm)
Kala bedah buku mendobrak langit wacanaku
(Jogja Islamic Book Fair 6th)
1* ucul : hilang (jawa)
2* Dosen UIN Sunan Kalijaga Jogja & STEI Hamfara jogja

Sunday, October 29, 2006

Bisikan Cinta Untuk UmmiQoe

Walau bibir lembutmu tak berucap
“Aku Sayang kamu nak..”
Curahan cinta dan sayang nan tiada berbatas
Dekapan lembutmu membuai
Cukuplah sebagai penanda

Dikala ku kecil..
Ketika shubuh menjelang..
Ketika kaki ini begitu mengejang-ngejang
Memberontak untuk melabuhkan diri ke ‘rumah surga’ itu...
Engkau tenteng aku di punggungmu yang harum semerbak mewangi
Engkau ajarkan aku hangatnya mencinta Sang Pencinta

Kenapa itu tak membangunkanku..
Saat berada di sampingmu dulu...
Kenapa aku menafikan kelembutan, rona cintamu..
Kenapa ketika aku jauh di rantau
Rasa itu muncul
Dan betapa ‘sangat’ berartinya engkau bagiku...
Kenapa.?
Berjuta tanya menyergap yang tak pernah kutemu jawab

Aku tahu....
Walau timbunan gunung emas di seluruh dunia dihamparkan...
Untuk membalas cinta dan lembut belaianmu
Untuk anakmu ini....
Ahh..Itupun tiada mampu membayar semua pengorbananmu
Kala engkau ...

Mengandungku
Engkau dengan rona bangga mengabarkan akan makna hadirku kelak
Engkau dengan shabar mengelusku ketika didalam aku meronta
Engkau perkenalkan aku dengan ayat-ayat CintaNya
Walau hanya beberapa penggal surat
Namun itu.. cukuplah melelapkan aku di alam rahim
Menjadi pelita di alam nan gelap

Melahirkanku
Andai aku tahu....
Betapa sakitnya dikau ummi
Saat-saat mendebarkan itu
Ketika aku akan menghirup nafas kehidupan
Aku tak tega...sungguh
Kurasakan erangan
Tetesan keringat cintamu mengucur deras
Tarikan nafas yang menyenggal
Gapaian tangan yang mengejang
Aku sungguh tak tega untuk keluar
Tapi...lafadz-lafadz tahmid,tasbih dan takbir dari bibirmu
Memaksaku ‘keluar’
Ku ingin belajar melafalkannya melalui bibirmu

Menyusuiku
Ku takkan lupa air murni yang engkau tuang
Kedalam cawan mulutku nan mungil
Dari saripati sumur cintamu
Menetes buliran-buliran air susu cinta
Menghapus segala dahaga yang mendera

Membesarkanku
Kala kaki ini mulai merangkak
Kau ajarkan aku berlari
Kau ajarkan aku melafalkan huruf-huruf cintaNya
Kau ajarkan bersungkur tuk bersujud kepadaNya
Kau belai aku ketika sedih menyayat
Pun ketika dirantau...
Lantunan do’a mu selalu menguatkanku
Untuk selalu di jalanNya

Ummi ku.....
Sembah baktiku dengan sejumput untaian do’a
Serta ayat-ayat CintaNya kulantunkan
Melewati senyapnya malam..
Melewati lorong waktu...
Menghempas jarak yang membentang...
Ketengadahkan tanganku memohon kepadaNya untukmu...
Agar....
“Rahman dan RahimNya menaungimu selalu
berkah rizki langit dan bumi bak tercurah kepadamu
Allah mengampunkan segala dosamu
Menguatkan resap cintamu padaNya
aku bisa menjadi ‘washilah’ penolongmu di Yaumil Akhir
aku bisa berkumpul denganmu di JannahNya kelak”


Mi.. Love u 4 Eva

Kupersembahkan untuk ;

Ummi ku tersayang di kampung &
Para calon ummi semua ehmm...ehmm

Kota Gudeg, 31 Juli 2006 (18.30 wib)
-Saat galau dan rindu menyerbu untuk ummi ku-



Blame the Victim (Muraja'ah Qur'anku)

kala masa harus dibelah
kerja....TA...Dakwah...Muraja'ah
Sang Penggenggam kasih rentang
Guliram waktu dua empat jam Siang dan Petang

astagirullah..
in fact dakwah masih terkalah
muraja'ah terlewat nelangsa
walau sikit 4 lembar al-Baqarah nan terhapal
nan menancap dalam neo-kortek
membayang dalam ikatan
mengaung dalam gendang labirin

benarlah kata kang Jalal
aku masih menyalahkan sang waktu
sebagai -sebab- (Blame the Victim)

semoga Allah nan Maha Pemurah
Mencurah Ilmu bak berkah tercurah
mengkilati lorong gelap
tapak tajam nan kujalani

i must pack my time!!!

Warung Bakso Pak Narto, 05 Oktober 2006 (20.30)
kala muraja'ah Quranku terlantar

Aku Harus Jadi Penulis...harus!

Kala cita bergelora
Tuk mengurai makna nan tersirat
Dari kampus kehidupan
Nan membuncah di kelebatan neocortexku
Bersiuran dalam labirin

Ku ingin sampai
Pengalaman hidup
Tuk berbagi ilmu
Agar yang ‘lurus’ mengawalku
Agar yang ‘bengkok’ bisa mengambil ibrah
Dari perjalanan hidup
Melikui terjalnya karang
Mengarungi tingginya gelombang pancaroba
Menapas onak dan duri nan menghadang

Kala kubeli lautan ilmu bernama ...
“Islam Politik & Spiritual”
(Ust.Hafidz Abdurrahman)
Agar ku paham
Agar ada gelora azzam
Tuk menyampai sebenar ajaran
Tuk meyadar ummah
-Islam nan sebenar-

“Saatnya Untuk Menikah”
(Ust.Mohammad Fauzil Adhim)
agar kuterjaga
agar ku lebih bersedia
agar cinta tak terkotori
agar bidadariku tak berlari
kerana tingkahku tak syar’i
agar kugapai ilmu ilahi
tuk memetik sang bidadari

“Birunya Langit Cinta”
(Azzura Dayana)
agar kuterlecut
tuk mengukir huruf nan menggugah
lewat maha karya novel

“Maaf Kita Putus & High Quality Jomblo”
(Ust. M. iwan Januar)
agar bisa kupetik ajar
Tuk buku perdanaku
Bertajuk cinta

“Terjemah Hadits Arbain”
(Imam An-Nawawi)
agar ku resap hadits
dalam qalbu
dalam kortek
ku ngiangkan dalam labirinku
agar ada ajar nan terpetik.

Allahumma amin....

Kota Gudeg, 10 Agustus (9.04 am)

Kala ku borong buku di
Jogja islamic Book Fair (7 Agustus 2006)

Bershabar ya Ustadz! (Tuk Musrifku)

kala mushibah menimpa
itu tiada duga

dibalik mushibah pasti ada ibrah
ada hikmah nan terurai
semoga dengan mushibah
pengabdian tuk ortu
bisa tercurah murah

semoga pahala nan menghampir
sama dengan tapak dakwah nan kau jalani

dari alur ini aku belajar
tuk bisa mengambil makna
akan tulusnya cinta sang putra
bakti tulus nan mengharu biru

walau sekejap ana melawat
tanpa sengaja di ‘kota Lumpia’mu
kuliat sinar mata cinta
kuliat kasih tulus bakti
tuk ortumu
nan tampak

walau kau jauh
masih sempat kau khabarkan
makna keistiqomahan
untukku,
tuk s’lalu lurus di jalanNya

“semoga lekas sembuh
tuk Abi dan Ummi mu”
semoga lekas pulang ke jogja

Kota Lumpia (semarang), 20 Agustus 2006 (15.30 pm)
Kala kujenguk Abi & Umminya musrifku

Saturday, October 21, 2006

Kesedihanku...

Tiada perih nan mendera
Tiada nan menyesakkan relung hati
Tiada pisau nan setajam pemikiran liberal
Tiada luka nan sesayat luka yg kau toreh
Selain qiyadah sekulermu
Nan menusuk sukmaku

Untuk seorang sahabat dekatku...

Walau engkau didekatku...
Walau tangan ini bisa menggapaimu
Walau wajahmu dekat menjuntai
Sedekat tenggorokan dan urat leher

Ternyata mafahim kita beza
Ternyata qaedah fikriyahmu
Untuk Al-Quds dan lebanon beza
Membuatku tergugu
Pilu...

Walau itu tak mengurangi rasa sayangku untukmu
Rasa cintaku untukmu
Semoga mafahim Islamiyah akan menusukmu
Kelak jika Allah membuka relung-relung hatimu
Tuk mencerap Hidayah..
Al aqly-Nya..
Irsyad wal bayan-Nya...
Taufiq-Nya...
Semoga....

Kota Gudeg, 23 Agustus 2006 (07.22 am)
-Kalaku berdebat dg shahabatku tuk mencari solusi Palestina &Lebanon-


Idola Dunia Akhiratku

Bukan...
Bukan Ariel Peterpan nan ganteng
Bukan Siti Nurhaliza nan bersuara bak buluh perindu
Bukan Krisdayanti nan populer
Bukan Soekarno nan gagah
Bukan Che Guevara nan wibawa
Bukan Dian Sastro nan berelok paras

Seorang ini...
Amazing...
Incredible person..
Wonderful...
Woww...
Namanya masih berdenting
Hingga akhir zaman menyapa

Dari lahir hingga detakan napas terakhir
Tubuh dan jiwamu suci
Dari segala percik noda

Ada ajar nan terpetik
Dari bibir mungilmu
Sabda-sabda cinta mengalir
Bak air bah
Nan mengunyah agama kaum pagan

Tak hanya cinta nan kau tebar
Karimahnya akhlak kau pancar
Agar ummah meraup ajar
Agar ummah sadar ujar
Dunia bukan cita nan dituju
Mayapada hanya singgahan sebentar
Tuk menenteng bekal nan besar
Tuk capai ridho ilahi nan melebar

Demi allah...
Seorang nan tiada iman (Michael Hart)
T’lah menasbihkan dirimu
Bagai tokoh nomor wahid
-Hidup dan matimu tuk ummah-

Kenapa aku...
Nan tlah berujar “ashadu anna Muhammad Rasulullah”

Tiada patut... sungguh...tiada patut
Jika aku tak mencintaimu?
Aku tiada sadar tuk
Jika aku tak menjadikanmu sebagai kekasih sejatiku
Menjadikan dikau
Idola dunia akhiratku

Kota Gudeg, 6 Agustus 2006 (8.08 am)

Tuk idola dunia akhiratku, ini kupersembahkan
Teriring sholawat cintaku untukmu selalu
Teriring tuk ahlul baytmu, shahabat & pengikutmu
“Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala aly muhammad”

Hijrah

Duhai kekasih...
Titik airmataku bergulir
Ketika lembaran shirahmu terpentang

Betapa airmatamu tiada henti mengalir
Kala caci maki, hinaan Quraiys mencerca
Ketika harta,tahta dan wanita nan molek menantang
Engkau dengan ketegasanmu
Menggetarkan kalbu kaum kuffar
Juga menegakkan bulu kudukku
Linangan airmatamu bergulir seucap kata pun mengalir
“Demi Allah,
sekalipun mereka meletakkan matahari di tangan kiriku
dan bulan ditangan kananku,
aku tidak akan meninggalkan dakwah ini sebelum Allah memenangkannya atau aku terbunuh karenanya.”

Duh..airmata cintaku untukmu pun bergulir

Duhai kekasih ..
Yang di Kasihi Sang Maha Pengasih
Ketika kuselusuri guratan Shirahmu
Ceceran darah dan keringatmu
Membuatku bersemangat
Untuk berhijrah dari alam kegelapan
Jalan menikungku
Silapku
Dosa nan menggunungku
Menuju cintamu dan Sang Maha Pemilik Segala Cinta

Ketika bibir mungilmu nan mulia berucap;
“Kalian belum dianggap beriman
sebelum mencintai aku
melebihi cintamu kepada ayah, anak dan orang lain”
lelehan sumur tangisku tak bisa kubendung
menggenang merembes meranggas

Kumaknai hijrahmu ke hamparan bumi Yastrib
Sebagai awalku mencintaimu
Kutanggalkan awan gelap nan menaung
Dengan segenap cinta
Ku kirimkan sholawat cintaku

Untukmu wahai kekasihku,
teriring untuk ahlul baitmu,
shahabatmu
Dan orang-orang yg selalu menuruni shirahmu nan lurus
“Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad”

Jogja, 9 Agustus 2006 (23.25 pm)
-ketika kubuka lembar Shirah Muhammad Rasulullah nan kurenungi makna Hijrahmu menggetarkan kalbu, memekakkan dinding kesombonganku, meluluhkan ego materialisku-


Hari Nan Menyedihkan

Inilah pengobatan nan nyakitin
Tapi buat apa boleh... kata pak Asmuni
Demi suaraku
Demi oktaf nan melengking
Demi longgarnya tenggorokan
Demi memerdukan suara
Agar azan nan keluar bisa meluluh
Agar tilawah nan terbaca menggugah
Agar nafas nan tertarik meliuk memanjang

Kulakukan ‘Gurah’suara
Kala kuberbaring
Ada satu cairan yang di paksakan
Masuk lewat hidung

Karuan saja semua cairan kotor
Langsung semburat berebut
Tuk meninggalkan kepalaku
Dari mulutku keluar cairan bening
Dari mataku keluar lelehan putih
Dan dari hidung keluar ...
gak tega ana nulisnya
Pokoke’ jorok deh

Wah..saking banyaknya kotoran
Proses pengobatan ni memakan waktu 5 jam
Dulu gurah pertama apu’ Cuma 2 jam

Untuk kemerduan suara..
Ada pantangan...
Jauhi es
Cabe rawit
Gorengan..
40 hari bedrest-in suara
Kata sang ‘dokter’ gurah

Apa boleh buat saran wajib apu’ anguk

Emang tuk gapai satu tujuan
Dibutuhkan pengorbanan

Moga aku kuat!

Kota Gudeg, 10 Agustus 2006 (8.53)
Kala suaraku masuk “Bengkel Gurah”

Episentrum Al-Quds (sebuah klarifikasi)

“Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa Menolong mereka itu.” (Al Hajj 39)

“..Dan janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; karena sebenarnya mereka itu (tetap) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Al-Baqarah 154)

Mungkin ada saudara-saudariku
Yang kurang berkenan
Dalam ukiran kata di blog atawa bulletin yg apu’ post-in
“Sebuah renungan untuk tanah Al-Quds” kemarin

Demi Allah ..
Kutatah huruf itu bukan karena rasa benci kepada saudaraku seiman
Atawa ngerasa paling benar
Bukan..Demi AsmaNya bukan
kutuliskan curahan hatiku itu
karena sedih melihat Islam dicerai-beraikan oleh sekat nan kokoh
kalo Nashara aja bisa bersatu dalam pagan Vatican
kenapa Islam masih terbungkus ego masing masing

kurangkai kata demi kata agar...
semua harokah, organisasi dan masyarakat Islam
-diseluruh dunia-
bersatu padu
menyemaikan dan meyatukan derap langkah nan gagah
untuk melindas kekejian musuh yang berbuat makar kepada Allah

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. Sesungguhnya kamu mengharapkan mati syahid sebelum kamu menghadapinya; sekarang engkau telah menyaksikannya.”
(Ali Imran 142-143)

mungkin konsep atawa fikroh antum benar
tapi apakah fikroh tanpa thariqoh yg tepat
bisa menjadi solusi?
Atawa konsep benar tapi belum lah pas dg manhaj Rasulullah
Thomas Carlyle yg nggak beriman aja ngakuin koq, katanya :

“Kalau seseorang/kelompok/umat dengan tujuan yg jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yg sulit nan berliku. Seseorang yg tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun ia berada di jalan yg mulus!”

Kalo antum mo memboikot seluruh produk Yahudi dan Amerika
Sistem Demokrasi juga dong!
Dari akar busuk pohon sekularisme demokrasi itu bertunas
Karena itu buah yg nggak ranum,
Malahan busuk dalamnya
Nampak luar menggiurkan
Namun dalamnya parah bgt man..

Itu sistem yg jelas rusak bin bathil
Kalau mau memboikot, boikotlah secara kaffah pren..
Termasuk sistemnya dong
Masak motor antum Honda
Pake’ buku manual (pegangan) Yamaha
Ya rusaklah onderdil motor antum..

Kalo kita Islam...
Ya pake sistem Islam lah
Masak pake hukum penjajah (Hukum Code Bonaparte-nya perancis)
Udah kadaluwarsa lagi
Basi tau...

Sistem buatan manusia lah yg harus kita ubah
Gantilah dengan sistem yg udah di sediakan oleh Sang Khalik
Dia tiada mendapat keuntungan dari hukum yg dibuatNya itu
Tiada intervensi ketika Dia membuatnya
Karena Dia paling tahu yg terbaik untuk makhlukNya
Dan manusialah sebenarnya yg akan dapat kemashalatannya
Sistem Islam pun kalau tidak di lindungi oleh negara juga akan tersiakan
Karena peraturan butuh pelindung
Syariat Islam tanpa Daulah ..?
Ibarat lampu lalu lintas tanpa polisi
Nahhh loh...
Dan yg melindungi hukum Islam itu ya hanya Daulah Khilafah
Seperti yang dituntunkan oleh baginda Rasulullah

Bagaimana mungkin engkau...
Malah berafiliasi mesra (TTM-man) dengan Nashara
Entah di politik atawa di kegiatan apapun
Padahal ana tahu..
Antum lebih paham dan mengerti dari ana kalo....
Yahudi dan Nasrani itu nggak akan rela
Nggak rela...Islam jaya kembali
Atawa engkau menafikan semua itu?
Padahal kita udah dilarang oleh Rasulullah
untuk mengangkat pemimpin dari kaum kuffar
apalagi berkoalisi

Masuk akal nggak jika ada saudara kita yg sekarat
Nafas tersengal-sengal tinggal atu-atu (afwan kan masih cedal he3)
Mereka butuh operasi, butuh Infus untuk menyemai asa hidup mereka
Tapi hanya Obat Merah atau Betadine yg engkau berikan
Dan yg lebih nyakitin mereka
Kamu malah dg tanpa dosa membelai luka nan perih itu dg ucap sekecap;
“ishbir ya akhy...ishbir,,, kan Allah cinta orang yg shabar ” pliiiss..deh
Zhahir dan bathin dunia akhirat pren..itu nyakitin bgt di hati
Ibarat luka menganga engkau siram dg tetesan air garam
Periiih...
Tau nggak sih loh..

Saudaramu di Palestina dan Lebanon sedang terbantai....terzalimi
Sekarat man..
Kenapa engkau hanya berdiam bermenung durja
Mengharap ada Dewa penolong bernama PBB?
Perdamaian, gencatan senjata di sana?
Padahal engkau mempunyai pesawat, mortir, tank, rudal,bom
Engkau mempunyai kuasa tapi saudaramu kau telantarkan
Apa pertanggung jawabanmu kelak ketika semua alat perang, kekuasaan
itu ditanyai di Yaumil Hisab ?
Masihkah antum bisa berdalih dg sistem demokrasi,nasionalisme, kerajaan yg antum banggakan, fanatis golongan itu adalah sebuah solusi?

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah 214)

Kenapa ana tulis Amerika itu Yahudi. Jadi Israel itu ya Amerika?
Antum bingung ya!...he3
Ini sekedar bukti sikit-nya...
Donald Rushmfeld (Menteri Pertahanan) itu Yahudi
Paul Wohfowitch (Direktur IMF) yg ngutangin Indonesia itu juga Yahudi
Rupert Murdoch (raja Media dunia) yg mengopinikan islam sebagai kelompok teroris itu juga Yahudi
George Soros (spekulan mata uang dunia) juga Yahudi
Sedang Goerge W. Bush (adalah penganut pagan kristen taat) setali tiga uang
Banyak deh.. makanya up to date dan di up-grade dong cortex-mu tuh

Kata Ust. Abu Harits lagi..
Yahudi lah yg memegang dunia sekarang
Lha kok bisa sih..?
Dunia tuh dikuasai oleh IMF
Sedang IMF sendiri adalah gabungan Bank-Bank Nasional Amerika
Tahu nggak siapa pemilik mayoritas bank2 nasional amerika itu ?
Hanya 10 orang loh , Dus...siapa mereka?
Alamak..! Ke 10 orang itu sapa lagi kalo bukan Yahudi ...
Truz di belakng IMF sapa?
koq antum makin penasaran! he3
Ya para imperialis kapitalis itu lah


Buktinya dengan tenang saja dia nyerang tanah Al-Quds dan Lebanon
Nggak ada yg ditakutin mereka
Dunia kayak senyap ya!...
Ana juga heran
Itulah hebatnya Yahudi (jews)

Maap untuk Guru2,ustazd2 dan Kyai2 ana...
Tanpa mengurangi rasa tawadhu,takzim dan hormat ana
Atas ketinggian ilmumu
Ana hanya mengelus dada..perih bo...
Ketika di TV kulihat ...
engkau dengan menghiba2 meminta kepada Amerika atawa PBB
Untuk menghentikan perang
Upps...
tiadalah guna walau guliran airmata darah merembes meranggas
Ibarat kepala ditaruh dibawah, kaki diatas
PBB dan Amerika akan tetep keukeuh nggak bergeming
Nggak ..nggak akan ada manfaatnya
Useless man...
Malah itu menampakkan kalau umat Islam mudah dikalahkan
Letoii.. orang melayu bilang
Hanya melawan berapa juta Yahudi aja udah tiada daya

Yang ana lebih nggak habis pikir...
Yang katanya mahagurunya demokrasi, pendekar HAM, pelindung feminisme
Kok malah pelanggar berat demokrasi,HAM dan feminisme
Siapa yg menggunakan Bom Atom di Nagasaki dan Hiroshima?
Siapa dibalik perang dunia I dan II?..
Padahal Amerika itu tuh yg berkoar2 sampai berbusa ttg semua itu

Tapi yg lebih menggeramkanku pulak ketika....
Kita tahu keculasan, kecurangan, kemunafikan dan inkonsistensi mereka
Tapi kita masih mendewa-dewakan negara yg sok berlagak polisi dunia itu
Hari gini masih membebek ke mereka !
wackss,...cu...(opss nggak boleh tau)

Mana suaramu (JIL) ?
Mana suaramu kaum sekuleris ?
Mana kaum Islam feminis itu?
Apa hati kalian belum terketuk?
Atawa toxin pluralis udah menggagahi cortex,neuron dan Amygdala-mu
Atau memang fulus yg di tawarkan Ford foundation, Asia Foundation, Bill Gates foundation etc. telah membungkam nurani dan aqidahmu?
Kulihat dikau bersemangat kali menggerogoti Islam dari dalam

Apakah dikau rela ketika saudara kandungmu mati terbunuh
ada lho sanak familimu yg lain malah menyarankan,
”Udah lah, kita damai aja ke musuh yg membunuh adik kita yuuuk..?”
Apa engkau rela..?

Apakah engkau melupakan Sirah Nabawiyah...?
Ketika seorang muslim nan gagah terbunuh oleh Yahudi
Karena membela kehormatan seorang muslimah
Apa yg Rasulullah saw. Lakukan?
Apakah beliau menawarkan damai ke Yahudi?
Tidak ...di usirnya Yahudi bani Qaynuqa itu
Diasingkannya mereka ke tanah tandus di Syiria
Apakah Rasulullah mengajarkan damai
Untuk yahudi bani Qurayzhah nan menghianati perjanjian suci ?
Tidak... Demi Allah tidak...
Semua yahudi bani Qurayzhah dibinasakan
Kecuali wanita dan anak-anak
Apakah kita lupa bagaimana makarnya yahudi bani Nadhir?
Bisa-bisanya mereka mo membunuh Rasulullah dg racun
Dan mengkhianati perjanjian yg t’lah disepakati
Maka terusirlah yahudi bani Nadhir, nelangsalah tiada terkira hidupnya

“Muhammad itu sesungguhnya adalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Lalu apakah jika ia telah wafat atau dibunuh, maka engkau akan berbalik kebelakang dan murtad? Barangsiapa yang berbalik kebelakang, maka ia tak akan mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; sementara Allah akan memberikan pahala kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali Imran 144)

Lisan nan agung Baginda Rasul terlontar ucap bak mutiara;
“Kalian belum dianggap beriman sebelum mencintai aku melebihi cintamu kepada (ayah, anak, jabatan,golongan) dan orang lain”

Di bumi al-Quds dan Lebanon ini saudaraku...
Itu bukan hanya tanah warga Palestine dan lebanon
Itu hamparan tanah muslim pren..
Demi Allah sudah ribuan syuhada sejak zionis menguasai
Bumi nya kaum muslimin al-Quds sejak tahun 1948
Saudaraku itu bukan hanya satu nyawa....demi Allah
Mungkin malah jutaan ..wallahu a’lam


Masihkah antum mengandalkan semangat
Nasionalisme
Kerajaan
Bani
Kelompok
Diatas semangat aqidah?

Ana nggak bisa ngebayangin di neraka kelak. kita akan dibakar oleh api-api yg terbuat dari tumpukan bara nasionalisme, kebanggan kerajaan atawa Monarki dan fanatisme ashabiyah kelompok

Rasulullah saja bersusah payah untuk menyatukan suku Khazraj dan ‘Aws,
Dan shahabat mereka nan mulia kaum Anshar dan Muhajirin
Dalam satu ikatan aqidah nan kokoh
Kenapa antum masih bangga dengan negeri muslim yg tercecer2 ini

Masihkah kita mau Islam dilecehkan...?
Direndahkan mereka pulak?

Untuk yg menyesatkan kami...
Engkau tetep saudara kami
Darahmu adalah darah kami juga
Kehormatanmu adalah kehormatan kami juga
Kalaupun dikau terluka kami juga ikut merasa
Walaupun dikau merasa kami bukanlah saudaramu

Untuk yg berjuang melalui demokrasi...
Kata Ust. Abu Harist Al-Amin, M.Ag
Dalam kajian nya
Sungguh percuma...benar-benar percuma
Di ibaratkan....
Sama seperti bersuci dengan air yg nggak mensucikan
Tapi kalau itu emang jalan dakwah antum, ya gimana ya!

Bukankah saudara itu saling mengingatkan bila terlupa atawa khilaf
Bukankah sebaik-baik saudara adalah mengingatkan dengan lisan terbaik
Jika dari tatahan huruf ini ada menyinggung saudaraku ana mohon maap
Itulah kebodohan ana yg tiada ilmu yg tiada punya hujjah
Jikapun ada tatahan huruf yg benar itu bukan dari ana
tapi dari Allah Swt. Yang Maha Paling Haq

Para fuqaha t’lah mengajarkan
Akan keindahan cerapan asa persaudaraan sejati
“pendapat kami benar, tapi bisa jadi salah.
Sedang pendapat antum salah tapi bisa jadi benar”

Momen Al-Quds adalah untuk menyatukan persepsi
Yuk kita menyamakan langkah yuuk...
Lupakan ego kita masing-masing
Bahwa saat ini kaum muslimin tiada mempunyai seorang pelindung
Itu adalah fakta pren..

Siapa yg melindungi ummah dan kemuliaan Islam ketika...
Al-Qur’an di nistakan di Guantanamo
Nabi nan Agung kita di hinakan di Denmark
Afganistan di bombardir
Pakistan membara
Irak (kota seribu ilmu) di luluhlantakkan yg tiada terbukti kesalahannya
Muslimah saudari kita di nistakan kehormatannya di Irak
Siapa..? siapa yg melindungi?
Jawablah..jawablah saudaraku
Apakah ...
Nasionalisme yg kau gembor-gemborkan itu?
Kerajaan yg kau bangga-banggakan itu?
Bani mu yg kaya raya berlumuran minyak itu?
Kelompokmu yg paling benar itu?
Demokrasi yg engkau puja itu?
Bisakah menolong atawa menjadi solusi ummah?
Ato kita cuma teriak-teriak doang? (afwan ya..anak playgroup juga bisa)

Khalifah Umar bin Abdul Aziz hanya butuh waktu 3 tahun
Cukup hanya 3 tahun saudaraku...
Dia lepaskan kekayaannya
Demi amanah nan agung
Untuk memancarkan mercusuar kejayan Islam
Apakah antum masih mengatakan..ah ini kan Mission impossible?

Khalifah Al-Mu’tashim mengerahkan 30.000 bala tentaranya
Hanya untuk membela kehormatan seorang...hanya seorang muslimah
Apalagi di Palestina...
Tak terhitung entah sudah berapa ribu ceceran darah syuhada
Yg telah menggenangi bumi Al-Quds?

Tanyalah kepada hati nuranimu
Karena dia...
Dia pasti tidak akan bohong
Dia pasti jujur..
Walaupun amygdala-mu telah direcoki oleh orientalis
Karena nasinalisme, demokrasi, kapitalisme, monarki, fanatisme kelompok
Adalah andil kaum orientalis untuk mencecerkan umat Islam nan satu

Mungkin dimulutmu bilang I am care about Palestina dan Lebanon
Engkau meneteskan airmata
Engkau ikut bersedih
Engkau sangat ingin memberi bantuan
Gigimu bergemeretuk
Tapi secara de facto sikap yg kau ambil
atawa fikroh (konsepmu) itu bilang...
“Palestine & Lebanon emang gue pikirin!”
Memang bukan antum yg ngomong
Tapi dari thoriqoh itulah yg bicara tiada dusta
Karena thoriqoh yg antum pakai bukan mencari sumber mashalah
Tapi hanya percik-percik akibat nan muncul

So...umat Islam bersatu dibawah naungan Daulah Khilafah
Itu suatu keniscayaan bukan kenisbian
Semua musuh-musuh Allah Swt. bisa di lebur
Permasalahan BBM, Korupsi, Pendidikan mahal, hutang nan tak terbayar dll.
Juga bisa terpecahkan
Karena Islam mempunya sistem nan khas

Karena seorang khalifah dipilih..
Bukan karena kegantengannya
Kekayaannya pas kampanye
Kewibawaannya
Janji-janji muluknya
Tapi... Karena ketaatan, kezhuhudannya kepada allah
Ketika terpilihpun yg diucapkannya bukan hamdalah
Tapi innalillah....
Kerana dia tau betapa beratnya sang amanah
Yg harus dipertanggungjawabkan nanti di yaumil akhir kelak
Dia tidak mendapat gaji...tapi tunjangan sekedarnya
Karena dia telah menjadi pelayan ummah
Bukan malah memeras rakyat

Duhai.. kami benar2 merindukan seorang pelindung
Yang melindungi tiap jengkal tanah, kemulian, kesucian dan harga diri kaum muslimin
Dan menaburkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin
Kesegenap penjuru mata angin di hamparan Buminya Allah

Kalau nggak mau make’ hukumnya Allah?
Lalu kenapa kita masih seenaknya bisa berlenggang di bumiNya ini ?
Ini kan bumiNya, kalo nggak taat syariatNya dan bermaksiyat padaNya
Carilah tempat yg bukan ciptaannya Allah
Ada nggak ya? Hemmm...
Itu mustahil bin mustahal
Gitu aja kok repot he..3
kata seorang Gus.. (you know lah sapa dia)

Semoga ada ‘ibrah’ atas episentrum tanah Al-Quds dan Lebanon
Membangunkan tidur lelap setiap kaum muslimin di seluruh dunia
Menyatukan derap langkah nan gagah
Menyemai satu tujuan mulia
Menyambut semburat fajar baru dari ufuk timur
Tuk menjemput satu cita nan mulia
Kemenangan atau Syahid

Let’s struggle for Jihad ‘n Khilafah brothers!..

Wallahu a’lam bi ashowab
Astagfirullah hal adzhim innahu kaana ghafara

Jogja, 11 Agustus 2006 (01.38 wib)

-Curahan lubuk hatiku yang terdalam dari orang nan tiada berilmu-

“..Kemudian apabila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan RasulNya jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir kemudian..”(An Nisa 59)

Referensi ;
1. Al Quran dan terjemahnya
2. Muhammad Rasulullah, (Abu Bakr Siraj al-Din)
Penerbit Serambi
3. Nizham al Islam (Syech Taqiyuddin an-Nabhani) Pustaka Thariqul Izzah
4. Power and Terror, menguak terorisme Amerika Serikat di Dunia
(Noam Chomsky) IKON
5. Sisi Gelap Zionisme (Ralph Schoenman) pustaka progressif
6. Demokrasi Sistem Kufur, Haram mengambil atau menerapkan dan
menyebarkanya (Abdul Qadir Zallum) PTI
7. ORIENTALISME (Edward W. Said) Penerbit pustaka bandung
8. Majalah Al Wa’ie
9. Majalah Sabili
10. Buletin Al-Islam
11. Kajian Abu Harits al-amin, M.Ag.
12. Majalah ISLAMIA
13.
www.hizbut-tahrir.or.id
14. www.hidayatullah.com
15.
www.khilafah.com
16. www.salafy.com (ana tabbayun langsung lewat situs antum loh) ehm gitu ya
isi situsnya.isinya luar biasa, namun agak disayangkan kok didalamnya ada
rubrik khusus untuk mencela saudara-saudaramu yg lain. Pren...mereka itu
saudaramu seaqidah loh. Padahal sepemahaman ana yg bodoh ini, jika ada
orang mencela saudaranya dan itu tidak terbukti KEBENARANNNYA, maka
tuduhannya itu akan berbalik menyerang ke penyebarnya.
“...Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam
penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.”
(An Nur 11)
Kenapa nggak tabayyun langsung sih akhy?.tapi jangan khawatir kok,
antum tetep saudara Ana.

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga...”
(An Nur 11)

“ Mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu, sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”
(An Nur 12)

“Ingatlah waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun, dan kamu menganggapnya suatu yg ringan saja. Padahal dia di sisi Allah adalah besar.” (An Nur 15)

“Allah memperingatkan kamu agar jangan kembali memperbuat yang seperti
itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.”
(An Nur 17)

visit my blogsite;
www.askar-islam.blogs.friendster.com

Duhai Indahnya Jilbabmu 2

Kala kefanaan menggoda
Kala episentrum kapitalis mencengkram
Kala kontes-kontes berbalut dunia
-Menyapa-

Engkau tersenyum...
Tersenyum melihat banyak kaum-mu tertipu
Akan cita kefanaan
Akan kejayaan semu
Akan kemuliaan nan menyesat

Kau tunjuk Islam sebenar
Kau ingin ubah dunia
Kau ingin Rishalah Rasulmu
Kembali memancar
Menyinar kegelapan
Memancar suar Islam
Memapas kaum pagan

Dengan ‘jubah langitmu’ nan berkibar
Kau tunjuk karimahmu

Senyum mu....
Menampar kapitalis
Menyepak demokratis
Menginjak nasionalis
Menggilas feminis

Duhai..’cantiknya’ akhlakmu

Kota Gudeg, 17 September 2006 (6.58 am)
Kala Dhuha menyibak mayapada


Duhai Cintaku..

Kala kedunian menyapamu
Engkau tepis dengan kezuhudan
Kala tahta dan wanita dihampar
Senyum menolak pun menyungging

Duhai cintaku...
Bahkan keluargamu pun menzalimimu
Banimu meng-asingkan mu
Pengikutmupun merana diseksa

Cintaku...
Aku ingin menjerit melolong
Ototku menegang
Wajahku memerah saga
Darahku mendidih menggelegak

Kala ‘seseorang’
Dengan baju ‘berlagak’ wakil Tuhan
Bernama Paus ‘Bulus’ Benekdiktus XVI
Mencelamu
Menghina Rishalahmu

Ingin kurobek mulut rusaknya itu
Kuludahin mukanya (Cuih....!)
kuinjak-injak mahkota Paus-nya
kusilet lidah sesumbarnya

Cintaku...
Aku malu akan diriku
Aku tiada daya
Aku dihinakan
Bahkan –tuk membelamu-
Membela –rishalahmu-
Menancapkan kalimat laailaha illallah
Akupun belum sanggup

Duhai cinta Dunia & Akhiratku...
Tertolakkah cintaku untukmu.. ?

Allahumma shalli ‘ala muhammad
Wa ‘ala aly muhammad

Kota Gudeg, 30 September 2006 (3.35 pm)
Kala ‘cintaku’ dihina
Tak layak sebenar aku mengeluarkan kata2 kasar
Tapi...
Demi cintaku tuk Sang Junjungan, semua kulakukan
Semoga Allah mengampuni tatahan hurufku

Doa Dalam Penyucianku
(Wudlu)

Berdesir ku ujar doa nan terangkai

Kala kuluapkan tetesan air ke dalam mulut...
“Ya Rabb..
moga mulut ini terjaga
dari s’gala kejelekan
moga cercaan tak keluar
moga mulut ini bisa menguntai
kalimat penghantar hikmah
moga tiada dusta dari lisan ini..
moga tiada yg tersakiti
nan keluar dari mulut ini ”

Kala ku istinsyaq...
“Ya Rabb..
moga hidung ini selalu terjaga
moga hidung ini bisa membaui SurgaMu kelak...”

Kala air memercik paras...
“Ya rabb..
semoga anugerah paras
tak menjadikan fitnah
moga mata ini terjaga merunduk
moga dahi nan bisa tuk bersujud
moga paras ini berseri nan bercahaya
kala menerima hasil HisabMu
moga mata ini tertunduk
untuk nan bukan muhrimku”

Kala kubilur tanganku dengan titis2 air
“Ya rabb..
Ringankan tangan ini
tuk menabur kebaikan
moga tangan ini
terjaga dari membuncahnya kejahatan
entengkan tangan ini
tuk menebar sedekah
moga tangan ini
menjadi ringan kala tuk berjuang
di jalanMu”

Kala basahan air menaburi kepalaku
“Ya rabb..
semoga kepala ini terjaga
dari panasnya sang mentari
nan membakar ubun-ubun
kala jarak hanya sejengkal
nan terentang
kala Padang Mahsyar menjelang”

Kala butiran air mengusap telinga..
“Ya Rabb..
moga hanya kebaikan kan terasuk
moga kejelekan orang tertolak
ketika kan menyampai.
moga ilmu kan mengalir
melalui kedua telinga ini..”

Kala kaki terbasuh deresaan air..
“Ya Rabb..
moga hanya jalan kebaikan
kan kuretaskan tuk melangkah
moga engkau ringankan
kaki ini tuk...
menapak ilmu
menapak jalan dakwah
moga kaki ini tertancap tertawan
ke baitullahMu..”

Kota Gudeg, 28 Agustus 2006 (5.38 am)
Kalaku mengusap anggota wudluku


Dan Bidadari Langitpun Cemburu Padamu

Kala tsaqofah islamiyah menghujam qalbu
Terpetik ilmu nan mengharu biru
Kala jubah’taqwa’ engkau rengkuh
Sang syetanpun mengeluh mengaduh

Kala cinta-mu hanya tuk Sang Pemilik Cinta
Tertepislah kefanaan nan menggoda
Tergapailah makna cinta bergelora
Menapak jejak ‘Revolusi Cinta Tihamah’
Sang Malaikat mengaminkan doa

Dan…
Bidadari langitpun cemburu padamu

Kota Gudeg, 161006 (07.00)
Teruslah mewarnai di Mayapada ini
dengan 'jubah langitmu'

Dalam Naungan ‘Indahnya’ Islam

Kami t’lah bersumpah...
“ashadu an laa ilaaha illallah”
kami juga berujar...
“wa ashadu anna muhammad rasulullah”

Duhai Penggenggam Segala nan tercipta...
Itulah ujar sekecap di bibir kami

Tapi...aku tahu
Engkau tersenyum...
Tersenyum melihat kemunafikan...
Polah...
Keculasan..
Ketamakan..
Kerakusan kami

Bagaimana kami bisa berucap
Hanya Engkau lah tujuan kami
Tapi kami dengan bangga
Memakai hukum buatan insan ciptaanMu
Kami mengaku Islam tapi memakai hukum kuffur
Kami tahu ada telaga ganas an nar...
Tapi ..
Kami bangga bermaksiyat
Kami tahu Telaga Kautsarmu nan jernih
Tapi kami menafikannya

Bagaimana mulut ini bisa berucap
Bahwa Muhammad itu RasulMu?
Sedang kami bersebrangan
Dengan risalah beliau nan mulia
Kami menghina ajaran2 beliau
Malahan kami menggunakan sekuler sebagai azas
Kami melupakan Shirah RasulMu nan menyilaukan dunia
Kami hanya berucap cinta tiada bukti

Ya Rabb...
Berilah kesadaran..
Getarkan hati..
Lesap & dentangkan kalamMu dalam relung..
Bukalah mata Qalbu..
Bagi segenap kaum muslimin tanpa batasan teretori
Tuk menyambut semburat fajar baru
Dari ufuk timur nan memancar
Daulah Islamiyah
With khilafah Rasyidah
Amiin....

Kota Gudeg, 19 Agustus 2006 (16.00 pm)
-kalaku berjuang tuk menyambut suar baru dari ufuk timur nan gagah-



























Bagiku Kau Paling Indah
(Al-Qur’an)

Larik indah nan terangkai
Menautkan deretan puisi cinta
Nan tiada bandingnya
Tiada seorangpun nan sanggup
Membuat satu kalimat
Nan mirip dengan mu

Ketika deretan hurufmu diliukkan ...
Mengetarkan dinding-dinding kalbu
Menegakkan bulu kuduk
Melemaskan otot
Kuresapkan dalam benak

Jika dicerapi...
Engkau petunjuk jalan
Bagi musafir
Engkau pembeda haqq dan bathil
Ada untaian hikmah nan terambil
Engkau pelita kala gelap

Kamu Kalamullah...
Tiada Ucap Sang Pencipta
Selain engkau nan terangkum
Dalam mushaf suci
Kamu bukan makhluk
Kamu benar-benar KalamNya


Tuk hafidz & hafidzhah..
Engkau adalah soulmate
Kemanapun bumi berpijak
Langit nan di junjung
Engkau selalu tercerap
Dalam Labirin mereka
Dikau selalu mengawal
Hurufmu selalu tersemai dalam qalbu

Kota Gudeg, 28 Agustus 2006 (03.17 am)

Kala shubuh menyapaku,
Duh..begitu indah & bahagia tak terkira
Jika ku hapal Al Baqarah nanti

Airmata Syawal

Kala fajar menyapa mentari
Tersenymlah insan menyambut pagi
Dengan kebersihan diri
Tuk menyambut kemenangan hakiki
Tuk rengkuh jiwa nan fitri

Nun jauh di kampung seberang
Sanglar di kab. Indragiri Hilir
Riau (Bumi Lancang Kuning) yang kurindui

Abi...umi
Ingin kupeluk tangan dan kakimu nan mewangi
Kubersujud atas segala silap diri
Mengemis maap dan do’a tuk anakmu ini

Walau rentang jarang memisah
Kuberharap dosa dan silap terpatah
Atas untaian maap yg engkau desah
Tuk anakmu nan jauh terpisah
Kuberharap Allah-kan melimpah berkah
Karena ridho-mu t’lah merekah

Abi..umi..
Walau titis bening tak tertahan
Karena rindu mendendam
Kurindu belai kasih
Kurindu ciuman cinta

Dari seberang
Kutengadahkan tangan
Menguntai doa
“Ya Rabb...berkahi langkah kaki
Ridhoi tapak hidup kami
Kumpulkan kami ditempatMu nan wangi
‘jannah’kasturi nan hakiki’

Djodkja, 21.10.06 (5.51 am)
Kala pekik ‘kemenangan’ serasa sunyi
Tuk abi & umi yang kurindui

Wednesday, October 18, 2006


Belahan Jiwa

Orang yang paling bahagia di dunia;
"Seorang muslim yang mempunyai seorang isteri muslimah.
Keduanya dikarunia kehidupan nan berkecukupan.
Sang isteri ridha pada suaminya.
Dan sang suami ridha pada isterinya.
Kita tidak mengenalnya,
dan ia tidak mengenal kita"

Duh..ada makna tercerap
Tuk sang belahan jiwa
Tuk menggapai asa
Menyemaikan cinta
Menabur pahala
Penyempurna paruh agama

Ada nan belum tersatukan dalam diri
Ada nan hilang disisi
Pabila dikau belum memiliki
Sang belahan hati
Karena dia jinak-jinak merpati
Tuk gapai ridho Ilahi
Tuk capai anjuran ilahi

Kelebihanmu adalah kekurangannya
Kekurangannya adalah kelebihanmu
Amboi ...indahnya cinta
Nan berbalut surga

Ada debar aneh tuk sang belahan jiwa
Nan tiada sua semenjana sebelumnya
Rasa malu
Debar aneh
Degup kencang
Curi-curi pandang
Senyum simpul
Desiran halus nan menghampir
Tapi..menghadirkan romansa cinta

Bershabarlah...
Tuk gapai cinta berbalut surga
Jangan kau kotori makna cinta
Dengan cita cinta nan menggoda
Nan belum terpatri oleh ‘ikat suci’Nya

Kota Gudeg, 06.08.06 (7.21 am)
Kala Dhuha menyapa cinta